STERILISASI DAN PEMBUATAN MEDIA

Bagi kalian para pecinta mikrobiologi yang sudah pasti keren abiss dan sekarang cari referensi menganai materi sterilisasi dan pembuatan media!!! disini saya dengan artikel saya hadir untuk membantu anda menyelesaikan masalah anda... berikut materinya....

STERILISASI DAN PEMBUATAN MEDIA

Mikrobiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang organisme hidup yang yang berukuran kecil. Mikroba adalah jasad hidup yang ukurannya kecil dimana sering juga disebut mikroorganisme atau jasad renik. Kehidupan sehari- hari sering menjumpai jeni-jenis mikroorganisme baik itu mikroorganisme yang bersifat patogen atau mikroorganisme yang menguntungkan. Mengetahui jenis-jenis mikroorganisme yang terdapat dalam bahan pangan perlu melakukan uji mikrobiologi pada bahan pangan tersebut. Salah satu penunjang dalam pengujian mikrobiologi adalah adanya media dan alat-alat yang digunakan harus steril. Oleh karena itu terlebih dahulu melakukan sterilisasi.
Melakukan suatu praktikum mikrobiologi, sterilisasi sangat diutamakan baik alat maupun medianya. Suatu alat dikatakan steril apabila alat atau bahan bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetatif maupun spora. Jadi, sangat perlu mengenal teknik sterilisasi, pembuatan media serta teknik penanaman. Secara umum sterilisasi merupakan proses pemusnahan kehidupan khususnya mikroba dalam suatu wadah ataupun peralatan laboratorium. Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua mikroorganisme yang terdapat didalam suatu benda. Ada tiga cara utama yang umum dilakukan dalam sterilisasi yaitu penggunaan panas, penggunaan bahan kimia, dan penyaringa (filtrasi). Apabila panas digunakan bersama-sama dengan uap air maka disebut sterilisasi basah, bila tanpa kelembaban maka disebut sterilisasi kering.
Pertumbuhan mikroba diperlukan suatu substrat yang disebut medium. Sedangkan medium itu sendiri sebelum digunakan harus dalam keadaan steril artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan agar mikroba dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan baik di dalam medium. Maka diperlukan syarat tertentu yang diantaranya bahwa di dalam medium harus terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba kemudian susunan makanannya, tekanan osmosis, derajat, keasaman (pH), dan temperatur.
Media pertumbuhan mikroorganisme yaitu suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya yang memanfaatkan nutrisi media berupa molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel.
Terdapat berbagai macam media pertumbuhan yaitu medium berdasarkan sifat fisik meliputi semi padat, padat, dan cair. Media berdasarakan komposisi yaitu medium sintesis, semi sintesis dan sintetis. Medium berdasarkan tujuan penggunaan yaitu media untuk isolasi, mesia selektif, media diperkaya, media untuk peremajaan kultur, media untuk kebutuhan spesifik, media untuk kerakterisasi bakteri,dan yang terakhir media deferensial.
Bidang penelitian mikroorganisme, tentunya menggunakan teknik atau cara-cara khusus untuk mempelajarinya dan bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme ini baik sifat dan karakteristiknya, tentu diperlukan pemahaman tentang bagaimana caranya menumbuhkan suatu mikroba ke dalam suatu media, karena adanya beragamnya persyaratan tumbuh mikroba, maka harus dimengerti jenis-jenis nutrientyang disyaratkan oleh mikroba dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi yang optimum bagi pertumbuhannya. Mikroba sangat beragam, baik dalam persyaratan nutrient maupun fisiknya. Jadi, media yang digunakan harus mengandung komponen-komponen yang dibutuhkan oleh mikroba tersebut.

1. Jenis Sterilisasi
Sterilisasi merupakan proses penghilangan semua jenis organisme hidup, yang dalam hal ini adalah mikroorganisme protozoa, fungsi bakteri, dan virus. Sterilisasi yaitu suatu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan.Sterilisasai yang umum dilakukan antara lain : sterilisasi kering, sterilisasi basah, penyaringan, stertilisasi kimia dan sterilisasi fisik. Sterilisasi dalam praktikum mikrobiologi biasanya menggunakan sterilisasi secara kimia dan fisik. Sterilisasi Kimia menggunakan alkohol secukupnya. Semua alat dan bahan yang berkaitan dengan praktikum dibilas dengan alkohol secukupnya. Kemudian dikeringkan menggunakan tissue. Sterilisasi Fisik menggunakan autoclove tekanan 1 atm 1210C selama kurang lebih 15 menit pada alat yang akan digunakan dengan membungkusnya dengan kertas terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam autoclave.

2. Autoclave dan alkohol
Salah satu alat yang sering digunakan dalam proses sterilisasi adalah autoclave. Autoclave merupakan alat sterilisasi dengan menggunakan tekanan uap air dengan suhu 1210C pada tekanan 1 atm selama kurang lebih 15 menit. Autoclave juga berfungsi untuk dekontaminasi atau membunuh mikroorganisme. Keunggulan dari sterilisasi dengan autoclave adalah kemampuan autoclave untuk membasmi endospora yang terkenal sukar diberantas. Alkohol mensterilkan dengan mendenaturasi protein dengan jalan dehidrasi dan melarutkan lemak sehingga membran sel rusak dan enzim-enzim akan diinaktifkan oleh alkohol. Etil alkohol (etanol) 50-70% mempunyai sifat bakterisid untuk bentuk vegetatif. Metanol daya bakterisidnya kurang dibandingkan etanol, dan beracun terhadap mata.
3. Media Sintesis
Media sintesis merupakan media yang mempunyai kandungan dan isi bahan yang telah diketahui secara terperinci. Media sintesis sering digunakan untuk mempelajari sifat faali dan senyawa genetika mikroorganisme. Senyawa anorganik dan senyawa organik yang ditambahnkan ke dalam media sintesis harus murni. Media sintesis terbagi atas 3 yaitu :
a.    Plate Count Agar (PCA)
Medium Plate Count Agar (PCA) dapat berfungsi sebgai medium untuk menumbuhkan mikrobia. PCA instant sebanyak 22,5 gram untuk 1 liter aquades. Berdasarkan komposisinya, PCA termasuk ke dalam medium semisintetik, yaitu medium yang komponen dan takarannya sebagaian diketahui dan sebagian lagi tidak diketahui secra pasti. Plate Count Agar (PCA) atau yang juga sering disebut Standard Methods Agar merupakan sebuah media pertumbuhan mikroorganisme yang umum digunakan untuk menghitung jumlah mikroorganisme total yang terdapat pada setiap sampel makanan, produk susu, air limbah dan sampel-sampel lainnya yang biasanya menggunakan metode Total Plate Count.
b.    Potato Dextrosa Agar (PDA)
     Medium PDA (Potato Dextrosa Agar) berdasarkan susunannya merupakan medium organik semi alamiah atau semi sintetis sebab terdiri dari bahan alamiah yang ditambah dengan senyawa kimia,  berdasarkan konsistensinya merupakan medium padat karena mengandung agar yang memadatkan medium berdasarkan kegunaannya merupakan medium untuk pertumbuhan kapang dan khamir. Medium PDA terdiri dari kentang yang berfungsi sebagi sumber energi, nitrogen organik, karbon dan vitamin, dekstrosa sebagai sumber karbon, agar sebagai bahan pemadat medium dan aquadest sebagi pelarut untuk menghomogenkan medium dan sumber O2. Media PDA paling sering digunakan dalam pertumbuhan berbagai jenis kapang dan formulasinya sederhana.
c.    Nutrient Agar (NA)
Nutrient Agar adalah medium umum untuk uji air dan produk. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, atau mikroorganisme herotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak daging sapi, pepton, dan agar. NA merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage,produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada ujibakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Pembuatan medium Nutrient Agar (NA) menggunakan bahan utama beef ekstrak 5 g, pepton 3 g, dan agar 3 g. Pada awal pengamatan medium Nutrient Agar, sebelum proses sterilisasi berwarna kuning, setelah sterilisasi warna medium menjadi agak coklat. Pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh, karena mengandung banyak N2. Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba.

4. Media Semi Sintesis
        Media Semi-sintesis merupakan medium yang sebagian komposisi dan takarannyadiketahui secara pasti. Tersusun oleh campuran bahan-bahan sintesis. Media semi sintesis terbagi atas 2 yaitu:
a.    Kentang Agar
    Media kentang agar merupakan media semi sintesis yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangbiakan kapang. Khamir juga dapat tumbuh pada media ini tetapi pertumbuhannya tidak optimum. Media ini menggunakan ekstrak kentang sebagai sumber utama nutrisi pertumbuhan kapang. Komposisi dari media kentang agar terdiri dari ekstrak dari kentang 1000 gram, gula pasir 17gram, daan agar 4 gram.
b.    Tauge Agar
    Tauge agar termasuk medium semi alamiah karena tersusun atas bahan alami (tauge) dan bahan sintesis (sukrosa dan agar). Taugeagar digunakan untuk menumbuhkan khamir dan kapang. Komposisi Tauge Agar yaitu Tauge 5 gram, sukrosa 3 gram, agar 0,75 gram, aquades 50 ml.

5. Cara Pembuatan Media
a. Pembuatan Media PCA, PDA dan NA
Masing-masing media PDA,PCA, dan NA ditimbang menggunakan timbangan analitik masing-masing sebanyak 10 g, 5,25 g, 5 g. Kemudian ditambahkan aquades sebanyak 250 ml ke dalam Erlenmeyer. Setelah itu dilakukan homogenisasi dengan menggunakan Microwave dan Hot Plate. Bagian atas masing-masing erlenmeyer ditutup dengan menggunakan kapas dan aluminium foil. Media PDA, PCA, dan NA kemudian dimasukkan ke autoclave untuk sterilisasi dengan suhu 1210C tekanan 1 atm selama 15 menit, setelah itu media dikeluarkan ddan dimasukkan kedalam Refrigerator untuk pendinginan.
b. Pembuatan Kentang Agar
Semua alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat media Kentang Agar disiapkan. Kentang dicuci dengan air. Kentang dipotong kecil. Semua bahan ditimbang yaitu kentang 150 g, sukrosa 30 g, dan agar sebanyak 5,90 g dengan menggunakan timbangan analitik. Kemudian tambahkan aquades sebanayk 500 ml dan haluskan kentang dengan menggunakan blender. Setelah itu semua bahan disaring dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan dimasukkan agar dan sukrosa yang telah ditimbang sebelumnya. Media kemudian diaduk dengn menggunakan batang pengaduk. Selanjutnya media dimasukkan ke dalam microwave untuk dilakukan homogenesasi. Setelah itu tutup mulut erlenmeyer dengan menggunakan kapas dan aluminium foil dan diamkan beberapa saat sampai suhu pada media turun. Terkahir, dilakukan sterilisasidengan memasukkan media ke dalam autoclave pada suhu 1210C dengan tekanan 1 atm selama 15 menit.
c. Pembuatan Media Tauge Agar
     Tauge bagian atas dipisahkan lalu cuci bersih. Tauge ditimbang sebanyak 150 g, agar-agar 5,9 g, dan  gula 30 g. Setelah itu tauge dihaluskan menggunakan blender. Dimasukkan ke dalam erlenmeyer. Ditambahkan aquades sebanyak 500 ml. Kemudian di saring menggunakan kain penyaring dan ekstraknya dicampur dengan agar dan gula. Campuran diaduk, kemudian dimasukkan ke dalam microwave hinggah berbuih. Terjadi perubahan warna, tauge tersebut kemudian didinginkan beberapa menit. Setelah dingin, tutup erlenmeyer dengan kapas dan aluminium foil. Terakhir, sterilkan menggunakan autoclave selama 15 menit pada suhu 1210C bertekanan 1 atm.


DAFTAR PUSTAKA
Anisah, 2015. Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bakteri. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta : Surakarta.
Fardiaz,S.1992. Mikrobiologi Pangan 1. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Lay, W. B. 1994. Analisis Mikrobiologi di Laboratorium. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
  Kusnadi., Hamdiyati. Y, Fitriani. A. 2003. Mikrobiologi, Commomtext book (Edisi Revisi), JICA. Bandung : FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia
Pelczar. 1986. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas Indonesia
Ruly. 2008. Media Pertumbuhan Mikroorganisme jilid I. Jakarta: Erlangga
Ruly. 2009. Media Pertumbuhan Mikroorganisme jilid II. Jakarta: Erlangga
Saha, A., Mandal, P., Dasgupta, S., Saha, D. 2008. Influence of Culture Media and Environmental Factors on Mycelia Growth and Sporulation of Lasiopdiplodia theobromae (Pat). Griffon and Maubi. Journal of Enviromental Biology. 29(3) 407-410.
Sunarya. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Bandung: PT. Setia Purna Invers.


bagaimana pendapat kalian mengenai artikel ini???? copy boleh asal jangan copy mentah-mentah.
pahami dulu baru copy.. okee... kritikan dan saran silahkan tulis di kolom komentar...




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

IDENTIFIKASI MIKROBA METODE PEWARNAAN GRAM

PENGENALAN ALAT DAN KESELAMATAN KERJA DILABORATORIUM MIKROBIOLOGI