PENGENALAN ALAT DAN KESELAMATAN KERJA DILABORATORIUM MIKROBIOLOGI
PENGENALAN ALAT DAN KESELAMATAN
KERJA DI LABORATORIUM
A.
Instrumen
Laboratorium Mikrobiologi
|
1. Laminar
Air Flow
![]()
Fungsi :Sebagai tempat
untuk melakukan aktifitas penumbuhan dan pemindahan mikroorganime.
Prinsip kerja :Terdapat
UV dan saluran udara
yang berfungsi menste-rilkan daerah sekitar lami-nar air flow sehingga tidak
terja-di kontaminasi. Sinar UV
dinyalakan 30 menit sebelum laminar air
flow dinyalakan.
|
2. Timbangan Analitik

Fungsi : Menimbang berat
se-diaan secara lebih aku-rat. Baik dalam bentuk padat maupun cair
Prinsip kerja : Timbangan analitis sebagai alat
untuk menimbang massa suatu bahan kimia secara akurat tanpa adanya pengaruh udara bebas.
3. Vorteks

Fungsi : Sebagai alat
untuk me-ngaduk dan mengho-genkan suspensi
Prinsip kerja : Aliran
listrik yang menimbulkan geta-ran sehingga dapat mengaduk suspensi.
4. Desikator

Fungsi : Menyerap air maupun uap
air yang terkandung dalam suatu sediaan. Serta menjaga zat lain dalam bahan
tidak ikut menguap bersama air.
Prinsip kerja : Terdapat
silica gel yang berfungsi menyerap air dan mengeluarkannya melalui uap sehingga
zat lainnya tidak ikut menguap bersama air.
|
5. Shaker
![]()
Fungsi : Berfungsi
menghomo-genkan suspensi lebih dari
satu dengan suasana yang lebih steril
Prinsip kerja : Proses pengadukan cairan dengan sistem getar,
sehingga ter-bentuk larutan yang homogen.
Terdapat pengaturan kadar ok-sigen sehingga dapat memelihara bakteri apa saja, baik
aerob maupun anaerob.
6. Autoclave
![]()
Fungsi : sebagai alat
sterilisasi fisik dengan membunuh mikroba beserta sporanya.
Prinsip kerja : Dengan
suhu ±121oC dan tekanan 1 atm dapat mensterilkan wadah dalam waktu
15 menit.
7. Waterbath
![]()
fungsi
: memperta-hankan suhu
dari suatu media yang masih dalam kondisi
cair.
Prinsip kerja : Aliran
listrik akan memberi suply listri ke heater. Heater yang diberi aliran
listrik akan membe-rikan panas pada alat sehingga air yang di-masukkan ke
dalam waterbath naik hing-ga suhu yang diingin-kan.
|
|
|
8. Microwave
![]()
Fungsi : Sebagai alat
untuk memanaskan dan sebagai alat pengaduk.
Prinsip kerja :Bekerja
dengan gelombang elektromagnetik yang menimbulkan panas dan getaran.
|
|
|
9. Hot Plate
![]()
Fungsi : Sebagai alat
untuk me-manaskan dan sebagai alat untuk menghomo-genkan suspensi.
Prinsip kerja : Memfaatkan
penga-duk magnet untuk menghomogenkan
komposisi dari sediaan sediaan
10. Fermentor
![]()
Fungsi : Merupakan bejana fermentasi aseptis skala lab untuk produksi senyawa pada
mikroba melalui proses fermentasi.
Prinsip Kerja : Memiliki sistem kontrol temperatur dan pH. Memiliki sistem aerasi dan
agitasi. Aerasi diperlukan un-tuk pengadaan oksigen yang cukup agar mikroba dapat
hidup. Agitasi diperlukan untuk mencampur semua isi dalam fermentor agar men-ciptakan kondisi homogen.
11. Mikroskop
![]()
Fungsi : Melihat
benda-benda yang berukuran kecil atau tak kasat mata.
Prinsip Kerja : Kaca
preparat yang sudah diletakkan ak-an terkena cahaya dari lampu mikros-kop.
Kemudian pilih perbesaran terkecil dan cari fokusnya de-ngan memutar focu-sing knob. Perbesaran dapat
ditingkatkan sesuai perbesaran yang tersedia pada mikros-kop.
Perbesaran yang tersedia mulai dari
500 hingga 2000 kali.
|
|
|
12. Water Bath Shaker
![]()
Fungsi
: Memanaskan
dan menghomogenkan larutan. Melebur basis.
Prinsip Kerja :Gabungan antara shaker dan water bath.
air sebagai ko-nduktor sehingga su-hu di dalam dapat diatur. Dilengkapi dengan sistem ge-taran atau gon-cangan.
13. pH meter
![]()
Fungsi: mengukur pH dari suautu bahan (berbentuk
cair) secara lebih akurat.
Prinsip
kerja :
pH meter digital adalah membandingkan per-bedaan potensial dari elektroda
pada sensor dengan ion elektron khususnya H+ pada bahan yang diukur.
|
14.Inkubator

Fungsi
: alat
untuk menginku-basi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol
Prinsip Kerja :Mempertahankan
suhu dalam incubator agar tetap pada suhu ruang sehingga mik-roba dapat tumbuh
dengan optimal.
B.
Alat-
Alat Laboratorium Mikrobiologi
|
1. Pipet
tetes
![]()
Fungsi :
mengambil dan memindahkan larutan namun ukurannya tidak diketahui
Prinsip Kerja : Ketika mulut
pipet tetes di-masukkan ke dalam cairan selanjutnya tekan filer. Filler akan
menarik cairan masuk ke dalam pipet sampai intensitas yang diinginkan.
2. Pipet
volume
![]()
Fungsi : Pipet ukur merupakan al-at untuk memindahkan larutan dengan volume yang diketahui.
Prinsip
Kerja : Cairan disedot
mengguna-kan pi-pet ukur dengan
bantuan filler sampai deng-an volume yang di-inginkan. Volume yang
di-pindahkan dikeluarkan me-ngikuti skala yang tersedia (dilihat bahwa skala
harus tepat sejajar dengan menis-kus cekung cairan) dengan cara menyamakan
tekanan filler dengan udara sekitar.
|
|
3. Bulb
![]()
Fungsi :Merupakan alat untuk menyedot larutan yang dapat
dipasang pada pa-ngkal pipet ukur.
Prinsip Kerja
: Balp memiliki 3 saluran yang masing-masing salu-ran
memiliki katup. Katup yang bersimbol A (aspi-rate)berguna untuk menge-luarkan
udara dari gelem-bung. S (suction) merupa-kan katup yang jika ditekan maka
cairan dari ujung pi-pet akan tersedot ke atas. Kemudian katup E (exha-ust) berfungsi untuk
me-ngeluarkan cairan dari pipet ukur.
4. Labu
Erlenmeyer
![]()
Fungsi :Digunakan untuk meracik dan menghomogenkan
bahan-bahan komposisi media, menampung akuades,
kultivasi mikroba dalam kultur cair, dll
Prinsip Kerja : Cairan yang masuk ke dalama labu
erlenmeyer dapat ditakar sesuai keingi-nan dengan ukuran yang tertera di
permu-kaannya. Homogenisasi dilakukan dengan menggoyangkan tabung secara
melingkar.
|
|
5. Gelas
Beker
![]()
Fungsi : Berguna untuk mengukur volume suatu cairan,
se-perti labu erlenmeyer, Gelas ukur memiliki be-berapa pilihan berdasar-kan
skala volumenya.
Prinsip Kerja : Didalammikrobiologi, da pat digunakan
untuk pre-parasi media-media, me-nampung akuades dll.Cairan yang masuk ke
dalam gelas ukur dapat dihomogenkan dengan menggunakan batang pengaduk
ataupun dengan menggoyangkan gelas ukurnya
6. Batang
pengaduk
![]()
Fungsi : sebagai pengaduk untuk mengho-mogenkan
suspensi yang berbentuk cair.
Prinsip Kerja : Pegang
salah satu ujung batang pengaduk lalu putar seperti gerakan mengaduk.
7. Hockey
Stick
![]()
Fungsi : Meratakan bahan di permukaan media pada cawan
petri.
Prinsip Kerja : Bentuknya yang di desain dengan ujung
berbentuk L memudahkan untuk meratakan bahan di cawan petri.
|
|
8. Ose
jarum
![]()
Fungsi: untuk inoku-lasi dengan tusukan atau goresan pada
medium agar tegak
Prinsip Kerja : Ujung ose jarum yang lurus dapat
menginokulasi mikroba dalam media agar tegak.
9. Ose
bundar
![]()
Fungsi : Memindahkan biakan da-ri media ke preparat un-tuk diamati.
Prinsip Kerja : Untuk inokulasi mikroorganisnme pada media agar
miring. Cocok untuk melakukan streak
di permukaan agar. Bagian membulat pada ujungnya
digunakan untuk membuat goresan pada media yang ditumbuhi mikroba.
|
|
10. Bunsen
![]()
Fungsi
: untuk mencip-takan kondisi yang steril. Atau dengan
kata lain digunakan untuk sterili-sasi fisik.
Prinsip Kerja
: Api yang menyala dapat membuat aliran udara kare-na oksigen dikonsumsi dari
bawah dan diharapkan kon-taminan ikut terbakar da-lam pola aliran udara
tersebut. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling
co-cok untuk memijarkannya adalah bagian api yang berwarnabiru (paling
pa-nas). Perubahan bunsen dapat menggunakan bahan bakar gas atau metanol.
11. Kaca
preparat
![]()
Fungsi : Sebagai
tempat bahan (mikroorganisme ataupun media) yang akan diteliti melalui
mikroskop.
Prinsip Kerja : Bahan yang
diletakkan di kaca preparat dalam jumlah yang sangat sedikit lalu ditutup
dengan objek glas dan diletakkan di mikroskop.
12. Objek
glas
![]()
Berfungsi menutup bahan yang diletakkan pada kaca
preparat agar bahan tidak bersentuhan langsung dengan lensa perbesaran
objektif.
Diletakkan tepat di atas bahan yang akan di teliti
pada kaca preparat.
|
|
13. Cawan
petri
![]()
Fungsi : Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kul-tivasi)
Mikroorganisme ataupun sebagai tempat media.
Prinsip Kerja : Medium dapat
dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup.
14. Tabung
Reaksi
![]()
Fungsi :Di dalam mikrobiologi, tabung reaksi digunakan
untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mik-roba.Tabung reaksi da-pat diisi
media padat maupun cair.
Prinsip Kerja : Media padat yang dima-sukkan ke tabung
reaksi melalui mulut taung dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya,
yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar).
|
C.
Jenis-Jenis
Media
|
Media
Sintesis
|
|
Po 1. Potato Dextrose Agar
(PDA) |
· Merupakan
media yang digunakan untuk menumbuhkan kapang. Bisa juga untuk khamir namun
pertumbuhannya tidak optimal.
· Contoh
mikroba
Phytophthorainfestans,
Aspergillussp, Mucor sp.
· Komposisi
Ekstrak
Kentang 200 g
Dekstrosa 10 g
Agar-agar 15 g
Akuades 1.000 ml
|
2. Plate Count
Agar (PCA) |
· Merupakan
media yang dapat digunakan untuk menumbuhkan semua jenis mikroba
· Contoh
mikroba
Escherichia coli (E.
coli), Salmonella sp., Staphylococcus aureus (S. aureus),
· Komposisi
Trypton 0,5%
ekstrak ragi 0,25%
glukosa 0,1%
agar-agar 1,5%
|
3.Nutrient
Agar (NA) |
· Media
yang digunakan untuk menumbuhkan jenis mikroba berupa bakteri.
· Contoh
mikroba
Escherichia coli (E.
coli),
· komposisi
Beefextract 3 g
Peptone 5 g
Agar 15 g
Akuades s.d 1000 ml
|
|
4. Yeast Ekxtract
Agar
(YEA)
![]() |
· Media
ini sangat baik digunakan untuk menumbuhkan khamir. Kapang juga bisa buntuh
dalam media ini, namun kurang optimal.
· Contoh
mikroba
ContohAspergillussp, Mucor sp.
· Komposisi
media
K2HPO4 0,5 gr
MgSO4 0,2 gr
NaCl 0,1 gr.
CaCO3 3 gr
Manitol 10 gr
Yeast Ekstrak 3 gr,
agar 20 gr
aquadest 1000
ml.
|
|
5. Glucose Phosphate Broth
(GPB)
![]() |
· Berfungsi
sebagai media untuk menumbuhkan semua
jenis mikroba
· Contoh
mikroba
Klebsiellapneumonia
· Komposisi
Pepton buffer 7g
Dextrose 5 g
Dipotasium fosfat 5 g
Agar
|
|
Media Semi
Sintesis
|
|
|
· Kentang
Agar
![]() |
· Merupakan
media yang berfungsi untuk menumbuhkan mikroba jenis kapang
· Komposisi
Kentang 150 g
Aquadest 1L
GulaPasir 10g
Agar
· Contoh
bakteri
Aspergillussp,
Mucorsp
|
|
· Tauge
Agar
![]() |
· Terbuat
dari ekstrak toge
· Media
yang baik untuk menumbuhkan khamir. Kapan juga dapat tumbuh dalam media ini
namun pertumbuhannya tidak sebaik khamir.
· Contoh
bakteri
Phytophthorainfestans
· Komposisi
Taoge 100 g
Sukrosa (gula pasir) 60 g
Akuades 1.000 ml
agar-agar 1,5 – 2 %
|
|
Media Alami
|
|
|
· Tanah
![]() |
· Berfungsi
sebagai media bagi berbagai jenis mikroorganisme
· Mengandung
air, udara dan bahan bahan anorganik berupa mineral
· Contoh
bakteri
|
D.
Bahan
Kimia
|
1
|
Larutan Fisiologis
![]() |
·
Berfungsi menjaga
tekanan osmotoik pada sel dan
mempertahankan pH sel serta sebagai larutan yang digunakan dalam pengenceran
bertingkat.
·
IUPAC : NaCl
|
|
2
|
Safranin
![]() |
·
Berfungsi member
warna pada gram bakteri untuk menandai bakteri gram negative.
·
IUPAC : C20H19CIN4
|
|
3
|
Kristal Violet
![]() |
·
Berfungsi member
warna ungu pada gram bakteri yang menandai bakteri tersebut merupakan bakteri
gram postif.
·
IUPAC : C26H34CIN30
|
|
4
|
Iodin
![]() |
·
Berfungsi untuk
memfiksasi warna primer yang diserap mikroorganisme target.
·
IUPAC : I2
|
|
5
|
Aquades
![]() |
·
Berfungsi sebagai
pelarut dan sebagai sumber air bagi mikroba dalam media.
·
IUPAC : H2O
|
DAFTAR
PUSTAKA
Dwidjoseputro, D.2003. Dasar-dasar
Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta
Khusnuryani, Arifah.2006.Pedoman Praktikum Biologi.Yogyakarta:UIN
Press
Millati, Tanwirul, dkk. 2010. Penuntun Praktikum Mikrobiologi
Industri. Fakultas Pertanian
Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru
Rohman, Taifiqur. 1998. Penanganan Bahan Kimia Dengan Alat
Gelas Kimia Serta Penanganan Korban Akibat Kontak Dengan Bahan Kimia. Makalah
Seminar Pada Pelatihan Dosen Biokimia. Banjarbaru





































untuk isinya sudah bagus, tapi bentuk tulisannya berubah-ubah
BalasHapusizin copas :)
BalasHapusluar biasa ajis
BalasHapusluar biasa ajis
BalasHapus