INOKULASI MIKROBA
INOKULASI
MIKROBA
Inokulasi
merupakan kegiatan memindahkan mikroorganisme baik berupa bakteri maupun jamur
dari tempat atau sumber asalnya ke medium baru yang telah dibuat dengan tingkat
ketelitian yang sangat tinggi. Inokulasi memindahkan mikroorganisme dari suatu
media ke sebuah media baru agar mendapatkan suatu kultur atau biakan murni.
Inokulasi dilakukan dengan dua cara yaitu :
a.
Metode Sebar (Spread Plate)
Metode spread plate merupakan
salah satu metode yang menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan
cara menuangkan suspensi kultur mikroba diatas media agar yang telah memadat,
yang bertujuan untuk menghasilkan koloni-koloni mikroba yang terpisah dengan
baik dari suspensi sel yang pekat. Mikroorganisme yang pertumbuhannya optimal
menggunakan metode spread plate
adalah mikroorganisme yang bersifat aerob. Metode ini dilakukan dengan cara
menuang media ke dalam cawan petri
sebanyak ¾ cawan petri
lalu didinginkan hingga mengeras. Setelah mengeras, suspensi mikroba hasil
pengenceran bertingkat dipindahkan dari tabung reaksi sebanyak 1 ml
ke dalam cawan petri. Berikutnya, diratakan dengan hoecky stick lalu didinginkan. Setelah didinginkan, cawan petri tersebut dibungkus kertas bekas
dan di inkubasi selama 7x24 jam.
b.
Metode Tuang (Pour Plate)
Metode pour plate adalah salah satu metode yang digunakan pada
cawan petri. Metode pour plate berfungsi
untuk menumbuhkan mikroba dengan cara menuang suspensi pada agar yang telah
memadat kemudian menuang agar yang masih cair sehingga suspensi berada di dalam
media. Mikroorganismeyang pertumbuhannya optimal menggunakan metode pour plate adalah mikroorganisme yang
bersifat anaerob fakultatif. Metode ini dilakukan dengan cara menuang media ke
dalam cawan petri sebanyak ¼ cawan petri
lalu didinginkan. Kemudian suspensi mikroba hasil pengenceran 10-4 dipindahkan
dari tabung reaksi sebanyak 1 ml ke dalam cawan petri. Berikutnya media dituang
kembali hingga memenuhi ¾ cawan
petri dan didinginkan sampai mengeras.
Setelah mengeras, cawan petri tersebut dibungkus kertas bekas dan di inkubasi
selama 7x24 jam.
Hal-hal yang diperlukan dalam inokulasi
:
a.
Larutan Fisiologis
Larutan fisiologis dapat juga disebut larutan pengencer.
Larutan fisiologis digunakan dalam proses pengenceran yang bertujuan untuk
mengurangi jumlah mikroba dan untuk mendapatkan jumlah mikroba terbaik yang dapat dihitung 30 sampai 300. Fungsi
larutan fisiologis yaitu mempertahankan tekanan osmosis sel dan mempertahankan
pH sel. Komposisi dari larutan fisiologis adalah Larutan NaCl 3,679 gram
aquades 750 ml yang kemudian dimasukkan kedalam erlemenyer. Setelah itu,
dihomogenkan lalu dilakukan sterilisasi menggunakan autoclave selama 15 menit dengan suhu 121oC pada tekanan
1 atm.
b.
Pengenceran Bertingkat
Pengenceran bertingkat adalah suatu proses yang digunakan
untuk mengurangi jumlah mikroba untuk proses inokulasi. Pengenceran biasanya
dilakukan 1:10, 1:100, 1:1000 dan seterusnya. Pengenceran bertingkat merupakan
proses untuk menurunkan atau memperkecil konsentrasi larutan dengan menambah
zat pelarut ke dalam larutan sehingga volume larutan menjadi berubah. Pengenceran
bertingkat dilakukan dengan cara mengambil setiap sampel sebanyak 1 ml kemudian
dimasukkan kedalam tabung reaksi 1 dan ditambah larutan fisiologis sebanyak 9
ml sebagai pengenceran 10-1 . Setelah itu, bahan dari tabung reaksi
1 dipipet sebanyak 1 ml, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi 2 lalu
ditambahkan larutan fisiologis sebanyak 9 ml sebagai pengenceran 10-2.
Kemudian dilakukan hal serupa sehingga pengenceran 10-4.
c.
Inkubasi
Inkubasi
atau pemeraman mikroba adalah proses memelihara kultur mikroba dalam suhu
tertentu selama jangka waktu tertentu untuk memantau pertumbuhan mikroba dengan
menggunakan inkubator. Inkubasi merupakan suatu teknik perlakuan bagi
mikroorganisme yang telah diinokulasikan pada media (padat atau cair), kemudian
disimpan pada suhu tertentu untuk dapat melihat pertumbuhannya. Suhu optimum
untuk kapang yaitu 25°C sampai 30°C, sedangkan suhu optimum untuk khamir sama dengan suhu
kapang.
Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Inokulasi :
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam inokulasi antara
lain sterilisasi, pengenceran bertingkat, media dan bahan yang digunakan. Jika
sterilisasi tidak dilakukan dengan baik maka mikroba yang dihasilkan akan
beragam atau adanya mikroba kontaminan. Jika media yang digunakan tidak sesuai
dengan jenis mikroba yang akan tumbuh maka mikroba akan tumbuh secara tidak
opmtimal dan hanya akan tumbuh mikroba kontaminan. Jika bahan yang digunakan
tidak sesuai dengan media maka mikroba maka mikroba akan tidak tumbuh secara
optimal. Jika tingkat pengenceran tinggi maka jumlah mikroba yang dihasilkan
sedikit, tetapi jika tingkat pengenceran rendah maka masih banyak miroba yang
akan tumbuh Jika keempat faktor tersebut sudah dilakukan dengan baik maka
mikroba hasil inoklasi akan tumbuh dengan baik.
good
BalasHapusbaguss
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapus